KARAKTERISTIK REMAJA YANG MENGALAMI PENYALAHGUNAAN NAPZA DI POLRES KABUPATEN JEPARA

Authors

  • Devi Rosita Universitas Al Hikmah Jepara
  • Resty Prima Kartika Universitas Al Hikmah Jepara

Abstract

ABSTRAK

Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan permasalahan serius yang semakin meningkat di kalangan remaja Indonesia, termasuk di Kabupaten Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik remaja yang mengalami penyalahgunaan NAPZA di wilayah hukum Polres Jepara sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan yang lebih tepat sasaran. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder dari buku registrasi kasus NAPZA di Polres Jepara periode Januari 2022–Mei 2025. Sampel penelitian meliputi seluruh populasi sebanyak 37 remaja berusia 12–21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penyalahguna NAPZA adalah laki-laki (78,4%), berada pada rentang usia remaja akhir 19–21 tahun (70,3%), memiliki latar belakang pendidikan dasar (64,9%), serta tidak memiliki pekerjaan (59,5%). Jenis NAPZA yang paling banyak disalahgunakan adalah sabu dengan prevalensi 83,8%. Temuan ini menegaskan bahwa penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja berkaitan erat dengan faktor demografi dan sosial-ekonomi tertentu. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan penegak hukum dalam strategi pencegahan terpadu, dengan fokus pada kelompok remaja yang paling rentan.

Kata Kunci: NAPZA, remaja, karakteristik, penyalahgunaan, Jepara

 

ABSTRACT

The abuse of narcotics, psychotropics, and other addictive substances (NAPZA) has become a serious and growing concern among Indonesian adolescents, including those in Jepara Regency. This study aimed to identify the characteristics of adolescents involved in drug abuse within the jurisdiction of Jepara Police Resort (Polres Jepara) to provide a foundation for more targeted prevention strategies. A retrospective descriptive design with a quantitative approach was employed, utilizing secondary data obtained from the NAPZA case registration book at Polres Jepara for the period of January 2022 to May 2025. The sample comprised the total population of 37 adolescents aged 12–21 years. The findings revealed that most drug abusers were male (78.4%), in late adolescence aged 19–21 years (70.3%), with a background of basic education (64.9%), and unemployed (59.5%). The most commonly abused substance was methamphetamine (sabu), with a prevalence of 83.8%. These results highlight that adolescent drug abuse is strongly associated with demographic and socioeconomic factors. The study concludes that integrated prevention efforts involving families, schools, communities, and law enforcement are urgently needed, with priority given to the most vulnerable adolescent groups.

Keywords: NAPZA, adolescents, characteristics, substance abuse, Jepara

Downloads

Published

2026-02-27